Sewa Bus Setiap Minggu Sejak 1996, Umat Katholik di Kecamatan Cikande Beribadah ke Gereja Kristus Raja Serang
Sewa Bus Setiap Minggu Sejak 1996, Umat Katholik di Kecamatan Cikande Beribadah ke Gereja Kristus Raja Serang
SERANG , BIDIKNEWS 12.COM -- Tiga dekade lamanya , Umat Katolik di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, menyewa bus secara rutin setiap Minggu untuk menempuh perjalanan dengan tujuan beribadah ke Gereja Kristus Raja Serang
Kebiasaan ini berlangsung sejak tahun 1996 hingga sekarang tahun 2026
Berdasarkan jumlah umat Kahtolik wilayah Gabriel di Kecamatan Cikande yang terdiri dari 5 lingkungan hingga saat ini terupdate data umat bulan April 2026 sekitar 331 KK ( 1.127 jiwa ).
Pantauan pada hari Minggu(7/6/2026) terlihat titik kumpul umat di Perumahan Cikande Permai dengan tujuan beribadah ke Gereja Kristus Raja, Kota Serang. Jarak tempuh ± 30 km dengan waktu perjalanan 45-60 menit sekali jalan.
Sebab, belum tersedianya tempat ibadah tetap/ Gereja Katolik di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Proses pembangunan Gereja di Cikande belum memiliki perizinan .
Oleh karena itu, setiap Minggu pagi 1-- 3 bus disewa dengan biaya Rp.1.500.000/ bus dari iuran bulanan. Bus berangkat pukul 06.00 WIB, mulai ibadah pukul 08:00 WIB, ibadah selesai lalu kembali ke Cikande sekitar pukul 11.00 WIB.
Sinaga , salah satu umat lingkungan St.Theresia pada hari Minggu(7/ 6/ 2026 ) mengatakan, bahwa menyewa bus sudah jadi bagian dari pengorbanan iman umat .
“ 30 tahun bukan waktu sebentar. Anak yang dulu ikut bus, sekarang sudah bawa anaknya lagi. Kami tetap bersyukur bisa beribadah, tapi kami juga berharap suatu hari punya rumah Tuhan sendiri di Cikande,” ujarnya.
Ia berharap kepada Gubernur Banten Andra Soni , Bupati Kabupaten Serang Ratu Rahmatuzakiah , FKUB, Anggota DPRD Kabupaten Serang dan tokoh masyarakat agar kiranya bisa memberikan perhatian kepada kaum minoritas di Cikande dalam hal kebutuhan tempat ibadah semua umat .
Dalam hal setiap Minggu sewa bus sejak 1996 hingga 2026 menjadi potret perjuangan umat beragama di daerah yang belum memiliki sarana ibadah tetap.
(Red)
Posting Komentar